Program Literasi

Sekolah secara konsisten melaksanakan Program Literasi Baca Tulis dan Numerasi sebagai bagian dari budaya belajar. Kegiatan ini dilakukan setiap hari Rabu selama 30 menit sebelum pembelajaran dimulai, sehingga peserta didik memulai hari dengan suasana belajar yang tenang, fokus, dan bermakna.

Dalam literasi baca tulis, peserta didik dibiasakan membaca berbagai bahan bacaan yang sesuai dengan usia dan tingkat perkembangan mereka, kemudian menuliskan kembali pemahaman, gagasan, atau tanggapan sederhana terhadap bacaan tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca, memperkaya kosakata, serta melatih kemampuan berpikir kritis dan mengekspresikan ide secara runtut.

Sementara itu, literasi numerasi dilaksanakan secara terpadu dengan aktivitas membaca. Peserta didik berlatih memahami konsep bilangan, pola, pengukuran, serta pemecahan masalah sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang kontekstual dan menyenangkan, numerasi tidak hanya melatih berhitung, tetapi juga membangun cara berpikir logis dan sistematis.

Melalui program literasi rutin ini, sekolah berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuhnya kebiasaan positif, kemandirian belajar, serta karakter peserta didik yang gemar membaca dan terampil bernalar. Inilah salah satu wujud keseriusan sekolah dalam mempersiapkan generasi yang cakap literasi, siap belajar sepanjang hayat, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait